Kamis, 03 Oktober 2019

Benarkah Negara Ini Dirogol*?

Segelintir orang, atau bahkan satu orang yang pernah berkata bahwa negara ini tengah dirogol oleh pelbagai pihak yang berusaha mendominasi kehadirannya. Situasinya sudah semakin mengganas setelah ia mengucap hal berkenaan. Apa benar hal demikian?

Mari sejenak berpikir. Sesungguhnya ia berkata demikian adalah karena mungkin ketakutan saja akan dominasi orang luar dan meminggirkan orang dalam. Kalau ia takut, tega nian sampai dibilang kalau negara ini dirogol? Sememangnya ia ditimpa hal demikian, kenapa sampai kini masih sehat-sehat saja?

Lain kali, kalau mau mengungkapkan sesuatu, mbok ya pikirkan. Tidak ada negara yang tidak suci dan pasti pernah mengalami kesalahan yang mencetus keganasan yang tidak perlu. Haruskah menyalahkan pemimpin sebelum ini, disaat keadaan negara tenang dan baik-baik saja?

Aku tak tahu, lah. Tinggal kalian saja yang jawab.

(Van, 2019)

*diperkosa

January in Dili


Let’s the screen is rising up, I would crossing across the island and the seas, fetching my love, my soul mate who left behind in Timor Lorosae. Your waves was roaring, beating the beach when your eyes call may soul. Your sea becomes blue, hugging the sand when your fragrant breath says my name.

The two skies have been blended on the horizon.
Two boats has been anchored at the dock of love.

January in Dili, I have never thought love was blooming. January soon be passed and crashed my love. January in Dili, more warm in memory. Wait for me to come back to take your love.

Your yellow moon knocking a night. Your tender fingers touch my soul. Your refraction starlight coloring lifes, and the warmth of your lips kissed my heart.

Your love, Timor Lorosae. My love, Timor Lorosae...

Kamis, 01 Agustus 2019

Kewarasan dan Kegilaan

Kewarasan adalah sebuah perkara yang mutlak ditanamkan dalam diri seseorang dalam bersikap atau menentukan sesuatu. Kewarasan adalah bentuk ekspresi nyata untuk menunjukkan kepada semua bahwa hidup itu harus penuh kewarasan yang pantas serta memilihkan pilihan terbaik dengan penuh ketenangan, lemah lembut, tenggang rasa, dan tidak ingin mendiskriminasi orang agar tercipta suasana menyejukkan.

Kegilaan adalah sebuah fanatisme yang sebetulnya tidak perlu ditanamkan dalam diri seseorang dalam bersikap atau memutuskan hal-hal yang bersifat kefanaan. Kegilaan adalah bentuk ekspresi nyata sekaligus fana untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa memuja seseorang yang salah itu harus penuh dengan emosi, berteriak lantang, dan kerap mendiskriminasi orang agar tercipta suasana mengganas.

Jadi, kewarasan dan kegilaan itu seperti halnya sifat manusia. Ditanam boleh, dibuang juga boleh. Tergantung kamu.

(Van, 2019)

Selasa, 30 Juli 2019

Pilihan Terakhir

PERLU KALIAN SEMUA KETAHUI, waktu itu, dia masih menjadi pemain sepak bola yang tingkatannya sudah mumpuni. Belum bisa disebut profesional, dan mungkin masih belum sepadan dengan perjuangannya memenangi pertandingan kelas nasional walaupun sepanjang aku mengenalnya ia tak pernah bercerita bahwa dirinya akan mengambil suatu keputusan yang menurutku mengagetkan. Jika ingin menjadi seperti ia, maka akan dipikirkan seribu kali untuk menghentikan popularitas sebagai pemain bola yang diperhitungkan negeri ini.
Benar adanya, aku memandanginya dengan penuh keheranan sembari duduk di kursi dekat lapangan sepak bola yang penuh dengan bola dan pakaian bersih para pemain yang sudah dibinatu sebelumnya. Kursi itu, setidaknya pernah menjadi saksi seorang pelatih yang seringkali emosional ketika melihat beberapa pemain asuhannya salah dalam menentukan strategi. Bahkan, atap kanopi yang menutupi kursi itu dipenuhi dedaunan layu yang seolah bercerita kalau lapangan itu memiliki sejarah yang barangkali agak sulit dihapus dalam kehidupan pemain yang pernah bermain disana. Ibaratnya, kalau pernah bermain di lapangan ini, pastinya akan tertuang satu kenangan indah dan sulit untuk dilupakan.
Dan mungkin bisa jadi, ada yang mengatakan kalau tempat itu barangkali akan menjadi tempat terakhir seseorang bertanding, entah karena pensiun atau mencoba olahraga lain yang lebih mengasyikkan ketimbang menendang kulit bundar di hamparan rerumputan yang demikian luas. Mampukah dia melanjutkan disaat nuraninya tidak sejalan dengan pergerakan tubuhnya? Aku yakin ia tidak akan mampu melanjutkan.

Sabtu, 06 April 2019

Tentang Rasa yang Terpendam

~ fajar

Berbulan-bulan aku memendam rasa
untuk meninggalkan keegoisan
demi sekadar melihat dan mengagumimu

dimana kegelisahan sirna dan tuhan meluncur
dimana kegembiraan itu menghampiri

dapatkah kita selamanya bersama-sama
meniti indahnya menapaki lapangan hijau, dan sebuah
asa untuk kau raih dan didamba demi diri sendiri

berbulan-bulan aku datang perlahan
yang seakan membuatku takut kehilangan sosok
penyelamat hidup untuk gaya bebas di lapangan hijau

takkan padam didera godaan dan masa yang bergerak cepat

kekekalan dirimu di sepakbola tergantung dari siapa
dan bagaimana orang menilai dari sikap dan pesonamu
yang selalu membuat orang lain terkesima

tentang rasa dalam hati ini, izinkan aku untuk memujimu
kala kau berhasil menjadi pemain top skor paling terbaik

dari jakarta ke singapura
dari singapura ke perancis, dan kembali ke jakarta

setelah itu, ia pergi meninggalkan cerita selebrasi
yang sudah dihembus menuju seantero negeri itu

ia mensyukurinya dengan berdoa kepada ilahi

Sebuah Kisah Pengaguman

~ arie

Kau tahu, aku terheran akan kemampuanmu diatas rata-rata
dan melebihi dari yang aku lihat selama ini
atau justru usia muda tapi kemampuan selangit?

dibawah langit biru indah ini
seharusnya aku menjadi penggemarmu
yang nyata sekaligus jadi maya di layar gawai

justru itulah, mengagumimu sebagai pemain gaya bebas
seakan penuh dengan kebahagiaan tanpa beban di hati

tak kiranya aku ingin selalu menyaksikan
gerakan indahmu di lapangan hijau
maupun di jalanan bebas kendaraan
di hari Minggu yang cerah

dari jakarta ke singapura
dari singapura ke perancis
atau dari perancis kembali ke jakarta

gaya tendanganmu itu mampu meluluhkan
segala kebimbangan dan keraguan hati
yang benci dengan aksimu, termasuk diriku ini

setelah azri jadi primadona gaya bebas
mungkin saja tidak ada kisah pengaguman
baik di dunia nyata maupun dunia gawai

ataukah (sebenarnya) mengagumimu
hanya sebatas angan terbesit saja dalam mimpi

Rabu, 06 Februari 2019

Dunia dalam Berita

Tepat jam sembilan malam, disaat yang lain enggan menontonnya karena alasan membosankan dan lekas beristirahat, aku malah menyaksikannya. Bukan apa-apa, hanya saja rasa penasaranku akan peristiwa dari belahan dunia tak bisa diajak kompromi.

Bagi sebagian orang, menontonnya terkadang bikin ngantuk. Tetapi, aku sebaliknya. Justru kabar penting dari seluruh dunia berhak aku tahu dan dapatkan tanpa batas.

Berita tentang peperangan, konflik saudara, politik internasional, hingga olahraga. Semua aku simak untuk memperkaya pengetahuanku tentang berbagai kejadian aktual di belahan dunia. Tak peduli bagaimana model dan cara baca penyiarnya, yang penting aku jadi pintar dan lebih tahu karenanya.

Minggu, 27 Januari 2019

Rakusnya Wakil Rakyat

Kemanakah uang rakyat
yang sesungguhnya dipakai
untuk pembangunan bangsa ini?

Wakil rakyat kita sekarang cenderung rakus
dan enggan memperhatikan rakyat
yang butuh realisasi dari janji-janji kampanye
melalui pemilu dan bukanlah kompetisi pemilihan lotre

Mau sampai kapan kalian terus-terusan begini?
Memangnya mau rakyat menjadi
mati konyol karena kerakusan kalian?

2019

Awal Tahun

Awal tahun adalah meniti harapan menuju masa depan yang cemerlang dan langgas. Awal tahun adalah saatnya memupuk kembali cita-cita yang terputus di tahun kemarin dan memperbaikinya menjadi cita-cita terbaru.

Awal tahun adalah momen menyatukan misi menghantar kebaikan indah pada umat manusia. Awal tahun adalah semangat mengobarkan perjuangan menciptakan demokrasi yang sehat tanpa dendam kesumat.

Awal tahun adalah bukan hanya bulan Januari saja, melainkan masih ada bulan lain yang sama hebatnya. Awal tahun adalah menyatukan kehangatan keluarga yang barangkali sempat berantakan karena hal-hal yang meruntuhkan arti kebersamaan itu. Mungkin inilah harta yang paling berharga dimiliki manusia di dunia ini.

Siapakah Pemegang Kunci Surga Itu?

Siapakah pemegang kunci surga itu? Begitu misteriusnya sesampai mereka tak tahu berapa lama kunci itu disembunyikan. Satu tahun? Dua tahun? Mungkin saja lebih dari itu.

Siapakah pemegang kunci surga itu? Menebaknya tentu bukan pilihan tepat, hanya dengan mengerjakan amalan kebaikan untuk sesamanya, mereka rasa akan tinggal sedikit lagi diketahui siapa yang memegang kuncinya.

Jumat, 11 Januari 2019

Dongeng Seorang Pemain yang Menjadi Kenyataan

”Maafkanlah bila aku harus mencatut namamu. Percayalah, dongeng yang aku ceritakan ini yang awalnya hanya khayalan, namun bisa saja berakhir dengan akhir yang nyata. Semoga hal ini menjadi kenyataan! Harus!”

Alkisah di daratan yang dipenuhi lapangan hijau indah nan berseri, muncullah seorang pesepakbola gaya bebas yang tampan, memesona, dan memiliki tatapan menghanyutkan. Siapakah itu?

Namanya Fajar. Dia pribadi yang baik, terlihat menyenangkan, dan memiliki sorotan matanya yang ’berbicara’. Kerap kali tatapannya membuat siapapun terkesima, jatuh hati, atau bahkan mengaguminya sebagai idola terbaik di masa depan. Sungguh dialah sangat luar biasa dengan modal semacam itu. Dia sungguh memesonakan siapapun yang melihat aksinya, dan dia adalah pribadi yang tidak pernah pelit mengajarkan trik-trik penguasaan bola kepada mereka yang berguru padanya.

Bola

Membicarakan bola yang hendak dimainkan.

Bola bagi kami adalah sebuah sahabat sejati. Menanyakan kondisi tekanan angin dan fisik dari bola menjadi ungkapan yang digunakan saat yang lain enggan membicarakannya karena gentar dan malu ketika hendak diajak bermain di lapangan terbuka.

”Bagaimana bolamu?”
”Aku terlihat menarik."
“Aku bagus dan bisa dimainkan.”
Keangkuhan itu seolah memenjarakan langkah kami, kendati bola siapa yang bagus, mahal, dan nyaman dimainkan. Kebisuan mengekang kami dalam permainan yang menduga-duga, mengetahui siapa yang paling disayang dan dibenci, agar makna itu pun tidak jadi ambigu kala ingin memainkannya.

Freestyler yang Mengejar Mimpi

Tanyakan kepada mereka yang ingin mengejar mimpi menjadi freestyler sejati.

Otot kaki dan penguasaan bola sudah aku kuasai dengan baik, bahkan tidak separah awal-awal latihan di lapangan terbuka. Terkadang menjadi seorang freestyler adalah sosok yang tahan banting. Gagal maupun tidaknya, yang penting mau belajar dan tidak gampang menjerit kesakitan. Sakit yang kau alami janganlah sampai menimbulkan luka. Di dalam hati terdapat sebuah asa untuk menggapai mimpi lebih besar lagi.

Sebuah Bola yang Mengubah Dunia

: lagi-lagi sebuah kisah dari pemain freestyle football yang sukses dan bersyukur menjalani hidupnya sekarang ini...

Kau tahu, semenjak aku menjadi seorang freestyler, aku semakin tahu betapa indahnya menikmati kehidupan yang penuh kreatifitas dan inspirasi untuk disebarkan bagi orang-orang yang membutuhkannya. Sungguh aku menikmati cara orang menghibur diri sendiri, terutama dalam hal mensyukuri nikmat yang diberikan Ilahi.

Hikayat Pemain Freestyle Football

: membaca kisah pemain freestyle football yang sukses menikmati hidup.

Sungguh nikmatnya menjadi pemain freestyle football. Mereka bisa menyalurkan ekspresi dan kreatifitas akan gerakan-gerakan memainkan bola yang mengalun indah bagaikan nyanyian kehidupan yang terus berputar dan bermain tanpa batasan waktu.

Menjadi pemain freestyle football tentunya terasa menyenangkan, bagaikan aku menikmati dan mensyukuri nikmat atas kemampuan dan keahlian yang aku miliki dan tetap membagikannya kepada yang memerlukan ilmu dan pembelajarannya.