Sabtu, 06 April 2019

Tentang Rasa yang Terpendam

~ fajar

Berbulan-bulan aku memendam rasa
untuk meninggalkan keegoisan
demi sekadar melihat dan mengagumimu

dimana kegelisahan sirna dan tuhan meluncur
dimana kegembiraan itu menghampiri

dapatkah kita selamanya bersama-sama
meniti indahnya menapaki lapangan hijau, dan sebuah
asa untuk kau raih dan didamba demi diri sendiri

berbulan-bulan aku datang perlahan
yang seakan membuatku takut kehilangan sosok
penyelamat hidup untuk gaya bebas di lapangan hijau

takkan padam didera godaan dan masa yang bergerak cepat

kekekalan dirimu di sepakbola tergantung dari siapa
dan bagaimana orang menilai dari sikap dan pesonamu
yang selalu membuat orang lain terkesima

tentang rasa dalam hati ini, izinkan aku untuk memujimu
kala kau berhasil menjadi pemain top skor paling terbaik

dari jakarta ke singapura
dari singapura ke perancis, dan kembali ke jakarta

setelah itu, ia pergi meninggalkan cerita selebrasi
yang sudah dihembus menuju seantero negeri itu

ia mensyukurinya dengan berdoa kepada ilahi

Sebuah Kisah Pengaguman

~ arie

Kau tahu, aku terheran akan kemampuanmu diatas rata-rata
dan melebihi dari yang aku lihat selama ini
atau justru usia muda tapi kemampuan selangit?

dibawah langit biru indah ini
seharusnya aku menjadi penggemarmu
yang nyata sekaligus jadi maya di layar gawai

justru itulah, mengagumimu sebagai pemain gaya bebas
seakan penuh dengan kebahagiaan tanpa beban di hati

tak kiranya aku ingin selalu menyaksikan
gerakan indahmu di lapangan hijau
maupun di jalanan bebas kendaraan
di hari Minggu yang cerah

dari jakarta ke singapura
dari singapura ke perancis
atau dari perancis kembali ke jakarta

gaya tendanganmu itu mampu meluluhkan
segala kebimbangan dan keraguan hati
yang benci dengan aksimu, termasuk diriku ini

setelah azri jadi primadona gaya bebas
mungkin saja tidak ada kisah pengaguman
baik di dunia nyata maupun dunia gawai

ataukah (sebenarnya) mengagumimu
hanya sebatas angan terbesit saja dalam mimpi