”Maafkanlah
bila aku harus mencatut namamu. Percayalah, dongeng yang aku ceritakan ini yang
awalnya hanya khayalan, namun bisa saja berakhir dengan akhir yang nyata.
Semoga hal ini menjadi kenyataan! Harus!”
Alkisah di
daratan yang dipenuhi lapangan hijau indah nan berseri, muncullah seorang
pesepakbola gaya bebas yang tampan, memesona, dan memiliki tatapan
menghanyutkan. Siapakah itu?
Namanya
Fajar. Dia pribadi yang baik, terlihat menyenangkan, dan memiliki sorotan
matanya yang ’berbicara’. Kerap kali tatapannya membuat siapapun terkesima,
jatuh hati, atau bahkan mengaguminya sebagai idola terbaik di masa depan.
Sungguh dialah sangat luar biasa dengan modal semacam itu. Dia sungguh
memesonakan siapapun yang melihat aksinya, dan dia adalah pribadi yang tidak
pernah pelit mengajarkan trik-trik penguasaan bola kepada mereka yang berguru
padanya.